Menu utama:


KAMASE English Version
  • Polling

    • Yakinkah Anda energi terbarukan akan berkembang pesat di Indonesia?

      Lihat Hasil

      Loading ... Loading ...
  • Online Guests

  • Most Users Ever Online Is 18 On 20th December 2007, 14:47

    Users: 1 Guest, 1 Bot
    Users Browsing This Page: 1 (0 Members, 1 Guest and 0 Bots)

    Komentar Baru

    Search Engine Optimization

    Pesan Sponsor

  • Kategori Artikel

    Artikel Populer

    Arsip Artikel

    HYDROGEN-FC

    1. Conventional Hydrogen
    2. Maglev - Gigantic Wind Turbine
    3. My Working at PT. SIER
    4. Plastic Waste Cleaning in Untung Jawa Island
    5. Similarity of Hydrogen and Electric Power

    File Download

    Meta

    Biofuel Murni Siap Gantikan Solar

    Sepertinya sebentar lagi bahan bakar fosil akan tergantikan dengan bahan bakar biofuel dari minyak nabati. Bahkan bahan bakar ini tidak perlu ada proseentase campuran, alias 100 % murni. Bahan bakar ini bernama INA BF 100 (Indonesia Nabati Bio Fuel 100).

    Minyak nabati INA BF 100 ini terbuat dari biji tumbuhan jarak pagar (Jatropha Curcas). Dengan metode yang ditemukan, maka bahan bakar dari minyak nabati bisa dipakai murni, tanpa campuran. Tanpa modifikasi apapun, sehingga bisa disebut sebagai pengganti solar.

    Prosesnya, minyak mentah tumbuhan jarak itu, harus mengalami transesterifikasi, yaitu perubahan bentuk dari satu jenis ester menjadi bentuk ester yang lain. Kemudian, diitambahkan metanol sebagai pereaksi sehingga menjadi metil ester.

    “Sehingga bisa homogen dengan solar”, kata peneliti sekaligus Presdir FCI Gatot Ibnu Santoso di Restoran Sari Kuning, SCBD, Sudirman, Jakarta, Rabu (8/11/06).

    Bentuk metil ester itu sendiri, sudah menjadi bio solar. Setelah itu ada beberapa perlakuan lanjutan, sehingga dihasilkan minyak jarak murni. Kemudian, tak lupa dicampurkan satu zat tambahan (additive) pada proses transesterifikasi untuk menurunkan kekentalan.

    “Kita main di proses sehingga minyak bisa dipakai tanpa merubah komponen apapun”, imbuh Gatot.

    Gatot juga menjamin bahwa bahan bakar biofuel ini lebih irit, pembakaran lebih bersih, tidak ada asap, dan tidak jelaga. “Menggunakan INA BF 100 ini jalan 120 km/jam digas pun masih loncat”, imbuh Gatot.

    Penelitian INA BF 100 ini menurut Gatot, dimulai dari tahun 2002 hingga tahun 2006. Modal yang diinfestasikan untuk peralatan pembuatan INA BF 100 ini cukup besar atau sekitar Rp 8,5 miliar.

    Bahan bakar ini pun telah diuji coba menempuh jarak Jakarta-Surabaya pulang pergi atau sekitar 1800 km. “Kita juga sudah mempunyai pesanan dari ENERGEA, Austria”, tandas Gatot yang juga alumni ITS Surabaya ini.

    Rencananya bahan bakar ini, secara resmi akan diluncurkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jl. Medan Merdeka Selatan, pada pukul 17.00 WIB, Kamis (9/11/2006)

    Diambil dari : detik.com, Jakarta: 09 November 2006

    Solusi bisnis ENERGI dari KAMASE CARE

    Komentar

    Komentar dari tox_wow
    Waktu: 17 November 2006, 5:58 pm

    good job guys…
    btw ariel nanya gmn cara ngisi artikel di web?

    met sibuk2 semnas…bulan depan kan? tnang ntar kita bantu doa, n jadi peserta GRATIZ wis yo!!!

    Tulis komentar