A. Habitat Hidup Alga
Alga adalah salah satu organisme yang dapat tumbuh pada rentang kondisi yang luas di permukaan bumi. Alga biasanya ditemukan pada tempat-tempat yang lembab atau benda-benda yang sering terkena air dan banyak hidup pada lingkungan berair di permukaan bumi. Alga dapat hidup hampir di semua tempat yang memiliki cukup sinar matahari, air dan karbon-dioksida.
B. Potensi Alga Menghasilkan Biodiesel
Secara teoritis, produksi biodiesel dari alga dapat menjadi solusi yang realistik untuk mengganti solar. Hal ini karena tidak ada feedstock lain yang cukup memiliki banyak minyak sehingga mampu digunakan untuk memproduksi minyak dalam volume yang besar.
Tumbuhan seperti kelapa sawit dan kacang-kacangan membutuhkan lahan yang sangat luas untuk dapat menghasilkan minyak supaya dapat mengganti kebutuhan solar dalam suatu negara. Hal ini tidak realistik dan akan mengalami kendala apabila diimplementasikan pada negara dengan luas wilayah yang kecil.
Berdasarkan perhitungan, pengolahan alga pada lahan seluas 10 juta acre (1 acre = 0.4646 ha) mampu menghasilkan biodiesel yang akan dapat mengganti seluruh kebutuhan solar di Amerika Serikat (Oilgae.com, 26/12/2006). Luas lahan ini hanya 1% dari total lahan yang sekarang digunakan untuk lahan pertanian dan padang rumput (sekitar 1 milliar acre). Diperkirakan alga mampu menghasilkan minyak 200 kali lebih banyak dibandingkan dengan tumbuhan penghasil minyak (kelapa sawit, jarak pagar, dll) pada kondisi terbaiknya.
Semua jenis alga memiliki komposisi kimia sel yang terdiri dari protein, karbohidrat, lemak (fatty acids) dan nucleic acids. Prosentase keempat komponen tersebut bervariasi tergantung jenis alga. Ada jenis alga yang memiliki komponen fatty acids lebih dari 40%. Dari komponen fatty acids inilah yang akan diekstraksi dan diubah menjadi biodiesel. Dapat dilihat pada Tabel 1, komposisi kimia sel pada beberapa jenis alga:
Table 1 � Komposisi Kimia Alga Ditunjukkan dalam Zat Kering (%)
| Komposisi Kimia |
Protein |
Karbohidrat |
Lemak |
Nucleic Acid |
| Scenedesmus obliquus |
50-56 |
10-17 |
12-14 |
3-6 |
| Scenedesmus quadricauda |
47 |
- |
1.9 |
- |
| Scenedesmus dimorphus |
8-18 |
21-52 |
16-40 |
- |
| Chlamydomonas rheinhardii |
48 |
17 |
21 |
- |
| Chlorella vulgaris |
51-58 |
12-17 |
14-22 |
4-5 |
| Chlorella pyrenoidosa |
57 |
26 |
2 |
- |
| Spirogyra sp. |
6-20 |
33-64 |
11-21 |
- |
| Dunaliella bioculata |
49 |
4 |
8 |
- |
| Dunaliella salina |
57 |
32 |
6 |
- |
| Euglena gracilis |
39-61 |
14-18 |
14-20 |
- |
| Prymnesium parvum |
28-45 |
25-33 |
22-38 |
1-2 |
| Tetraselmis maculata |
52 |
15 |
3 |
- |
| Porphyridium cruentum |
28-39 |
40-57 |
9-14 |
- |
| Spirulina platensis |
46-63 |
8-14 |
4–9 |
2-5 |
| Spirulina maxima |
60-71 |
13-16 |
6-7 |
3-4.5 |
| Synechoccus sp. |
63 |
15 |
11 |
5 |
| Anabaena cylindrica |
43-56 |
25-30 |
4-7 |
- |
Sumber: Becker, (1994)
Biodiesel dari alga hampir mirip dengan biodiesel yang diproduksi dari tumbuhan penghasil minyak (jarak pagar, sawit, dll) sebab semua biodiesel diproduksi menggunakan triglycerides (biasa disebut lemak) dari minyak nabati/alga.
Alga memproduksi banyak polyunsaturates, dimana semakin tinggi kandungan lemak asam polyunsaturates akan mengurangi kestabilan biodiesel yang dihasilkan. Di lain pihak, polyunsaturates memiliki titik cair yang lebih rendah dibandingkan monounsaturates sehingga biodiesel alga akan lebih baik pada cuaca dingin dibandingkan jenis bio-feedstock yang lain. Diketahui kekurangan biodiesel adalah buruknya kinerja pada temperatur yang dingin sehingga biodiesel alga mungkin akan dapat mengatasi masalah ini.
C. Cara Penanaman Alga untuk Biodiesel
Sama seperti tumbuhan lainnya, alga juga memerlukan tiga komponen penting untuk tumbuh, yaitu sinar matahari, karbon dioksida dan air. Alga menggunakan sinar matahari untuk menjalankan proses fotosintesis. Fotosintesis merupakan proses biokimia penting pada tumbuhan, alga, dan beberapa bakteri untuk mengubah energi matahari menjadi energi kimia. Energi kimia ini akan digunakan untuk menjalankan reaksi kimia, misalnya pembentukan senyawa gula, fiksasi nitrogen menjadi asam amino, dll. Alga menangkap energi dari sinar matahari selama proses fotosintesis dan menggunakaannya untuk mengubah substansi inorganik menjadi senyawa gula sederhana.
Penanaman alga untuk menghasilkan biodiesel mungkin akan sedikit lebih sulit karena alga membutuhkan perawatan yang sangat baik dan mudah terkontaminasi oleh spesies lain yang tidak diinginkan.
Alga dapat ditanam di kolam terbuka dan danau. Penggunaan sistem terbuka ini dapat membuat alga mudah diserang oleh kontaminasi spesies alga lain dan bakteri. Akan tetapi, saat ini telah berhasil dikembangkan beberapa spesies alga yang mampu ditanam pada lahan terbuka dan meminimalisir adanya kontaminasi spesies lain. Misalnya penanaman spirulina (salah satu jenis alga) pada suatu kolam terbuka dapat menghilangkan kemungkinan kontaminasi spesies lain secara luas karena spirulina bersifat agresif dan tumbuh pada lingkungan dengan pH yang sangat tinggi. Sistem terbuka juga memiliki sistem kontrol yang lemah, misalnya dalam mengatur temperatur air, konsentrasi karbon dioksida & kondisi pencahayaan. Sedangkan keuntungan penggunaan sistem terbuka adalah metode ini merupakan cara yang murah untuk memproduksi alga karena hanya perlu dibuatkan sirkuit parit atau kolam.
Kolam tempat pembudidayaan alga biasanya disebut “kolam sirkuit”. Dalam kolam ini, alga, air dan nutrisi disebarkan dalam kolam yang berbentuk seperti sirkuit. Aliran air dalam kolam sirkuit dibuat dengan pompa air. Kolam biasanya dibuat dangkal supaya alga tetap dapat memperoleh sinar matahari karena sinar matahari hanya dapat masuk pada kedalaman air yang terbatas.

Gambar 1. Kolam Sirkuit pada Sistem Terbuka
Sebuah variasi kolam terbuka adalah dengan memberikan atap transparan (greenhouse) diatasnya untuk melindungi kerusakan alga dari percikan air hujan. Namun begitu, cara ini hanya dapat diaplikasikan pada kolam terbuka yang berukuran kecil dan tidak dapat mengatasi banyak masalah yang terjadi pada sistem terbuka.
Alternatif lain cara pembudidayaan alga adalah dengan menanamnya pada struktur tertutup yang disebut photobioreactor, dimana kondisi lingkungan akan lebih terkontrol dibandingkan kolam terbuka. Sebuah photobioreactor adalah sebuah bioreactor dengan beberapa tipe sumber cahaya, seperti sinar matahari, lampu fluorescent, led. Quasi-closed systems (sebuah kolam yang ditutupi dengan bahan transparan (greenhouse) di semua bagian) dapat digolongkan sebagai photobioreactor. Photobioreactor juga memungkinkan dilakukannya peningkatan konsentrasi karbon dioksida di dalam sistem sehingga akan mempercepat pertumbuhan alga. Meskipun biaya investasi awal dan biaya operasional dari sebuah photobioreactor akan lebih tinggi dibandingkan kolam terbuka, akan tetapi efisiensi dan kemampuan menghasilkan minyak dari photobioreactor akan lebih tinggi dibandingkan dengan kolam terbuka. Hal ini akan membuat pengembalian biaya modal dan biaya operasional dengan cepat.
D. Cara Ekstraksi Minyak dari Alga
Pengambilan minyak dari alga masih merupakan proses yang mahal sehingga masih harus dipertimbangkan untuk menggunakan alga sebagai sumber biodiesel. Terdapat beberapa metode terkenal untuk mengambil minyak dari alga, antara lain:
-
Pengepresan (Expeller/Press)
Pada metode ini alga yang sudah siap panen dipanaskan dulu untuk menghilangkan air yang masih terkandung di dalamnya. Kemudian alga dipres dengan alat pengepres untuk mengekstraksi minyak yang terkandung dalam alga. Dengan menggunakan alat pengepres ini, dapat diekstrasi sekitar 70 - 75% minyak yang terkandung dalam alga. -
Hexane solvent oil extraction
Minyak dari alga dapat diambil dengan menggunakan larutan kimia, misalnya dengan menggunakan benzena dan eter. Namum begitu, penggunaan larutan kimia heksana lebih banyak digunakan sebab harganya yang tidak terlalu mahal.
Larutan heksana dapat digunakan langsung untuk mengekstaksi minyak dari alga atau dikombinasikan dengan alat pengepres. Cara kerjanya sebagai berikut: setelah minyak berhasil dikeluarkan dari alga dengan menggunakan alat pengepres, kemudian ampas (pulp) alga dicampur dengan larutan cyclo-hexane untuk mengambil sisa minyak alga. Proses selanjutnya, ampas alga disaring dari larutan yang berisi minyak dan cyclo-hexane. Untuk memisahkan minyak dan cyclo-hexane dapat dilakukan proses distilasi. Kombinasi metode pengepresan dan larutan kimia dapat mengekstraksi lebih dari 95% minyak yang terkandung dalam alga.
Sebagai catatan, penggunaan larutan kimia untuk mengekstraksi minyak dari tumbuhan sangat beresiko. Misalnya larutan benzena dapat menyebabkan penyakit kanker, dan beberapa larutan kimia juga mudah meledak. -
Supercritical Fluid Extraction
Pada metode ini, CO2 dicairkan dibawah tekanan normal kemudian dipanaskan sampai mencapai titik kesetimbangan antara fase cair dan gas. Pencairan fluida inilah yang bertindak sebagai larutan yang akan mengekstraksi minyak dari alga.
Metode ini dapat mengekstraksi hampir 100% minyak yang terkandung dalam alga. Namun begitu, metode ini memerlukan peralatan khusus untuk penahanan tekanan.
Beberapa metode yang kurang terkenal:
-
Osmotic Shock
Dengan menggunakan osmotic shock maka tekanan osmotik dalam sel akan berkurang sehingga akan membuat sel pecah dan komponen di dalam sel akan keluar. Metode osmotic shock memang banyak digunakan untuk mengeluarkan komponen-komponen dalam sel, seperti minyak alga ini. -
Ultrasonic Extraction
Pada reaktor ultrasonik, gelombang ultrasonik digunakan untuk membuat gelembung kavitasi (cavitation bubbles) pada material larutan. Ketika gelembung pecah dekat dengan dinding sel maka akan terbentuk gelombang kejut dan pancaran cairan (liquid jets) yang akan membuat dinding sel pecah. Pecahnya dinding sel akan membuat komponen di dalam sel keluar bercampur dengan larutan.
E. Kesimpulan
Secara umum, potensi alga untuk menghasilkan biodiesel sangat besar dan jauh lebih besar dibandingkan tumbuhan penghasil minyak (kelapa sawit, jarak pagar, dll). Hal ini akan memberikan peluang yang besar untuk dapat mengganti kebutuhan solar dalam suatu negara.
F. Referensi
- Algae Growth Environments, www.oilgae.com/algae/sources/sources.html, 26/12/2006
- Algae Oil Extraction, www.oilgae.com/algae/oil/extract/extract.html, 26/12/2006
- Algal Biodiesel Characteristics & Properties, www.oilgae.com/algae/oil/biod/char/char.html, 26/12/2006
- Algal Chemical Composition, www.oilgae.com/algae/comp/comp.html, 26/12/2006
- Cultivation of Algae Strains for Biodiesel, www.oilgae.com/algae/oil/biod/cult/cult.html, 26/12/2006
- Large-scale Biodiesel Production from Algae, oilgae.com/algae/oil/biod/large_scale/large_scale.html, 26/12/2006
- Oil from Algae!, http://www.oilgae.com/, 26/12/2006
Penulis: Thomas
Ditulis: 2 Januari 2007 pada kategori Biofuel.
Komentar: 48






Komentar
Komentar dari HELMI
Waktu: 15 Januari 2007, 9:06 am
Menurut saya karya ilmiah ini sangat bagus dan bermanfaat sekali bagi para mahasiswa yang ingin mengetahui tentang biodiesel.
Komentar dari Diarkara
Waktu: 26 Januari 2007, 6:09 am
yeahhhh sumber alam baru yang ditemukan. siapa tau negara kita
bisa jadi negara petrodollar
Komentar dari dewod
Waktu: 6 Februari 2007, 9:31 am
wah cerdas banget idenya..
Komentar dari o’oi
Waktu: 9 Februari 2007, 3:26 pm
alga sebagai biodiesel memang suatu penemuan baru,tapi kenapa CV indmira kurang terbuka dalam penelitian /resetnya,ini…………..,
seharusnya lebih welcome dengan pihak manapun yang ingin menjalin kerjasama,khususnya dari mahasiswa yang sekarang juga mengadakan penelitian tentang alga spirullina…………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!???????????????
he……….he…………..he……………(maksudnya saya,….)
Komentar dari Jeffery
Waktu: 11 Februari 2007, 10:55 pm
Bisa diceritakan enggak dimana letak permasalahan atau kesulitan pd waktu pembuatan biodiesel alga ini. Thx.. ^^
Komentar dari bayu
Waktu: 15 Februari 2007, 1:54 pm
by the way biodoesel dari alga ada yang udah pernah nguji belum pada mesin diesel??trus klo mau nyari ekstrak minyak alga dimana saya bisa dapetin??ada yang punya info gak??
Komentar dari kamase_ugm
Waktu: 28 Maret 2007, 11:14 pm
Soemarno (pengusaha pupuk CV Indmira di Pakem, Sleman, Yogyakarta) membudidayakan alga hijau jenis Microsystis sp., Scenedesmus sp., Tetraselmis cui, Spirulina sp., dan Chlorella sp. pada lahan seluas 100 meter persegi.
Pengilangan dilakukan dengan mencampurkan senyawa keasaman tinggi (misalnya asam klorida) ke alga. Kemudian dihasilkan minyak biodiesel (10%), air (10%) dan limbah (80%). Limbah masih dapat digunakan untuk pupuk.
Setiap 1 meter persegi bendengan dapat menghasilkan 3 kg alga yang dapat dipanen 10 hari sekali. Untuk 100 meter persegi dapat dihasilkan 30 kg alga dan 3 kg diantaranya menjadi bahan baku pembuatan biodiesel.
Alga tumbuh mengambang diatas permukaan air dan langsung rusak jika terkena air hujan. Sehingga perlu diketemukan alga jenis unggul. Terdapat 5000 jenis alga tumbuh di Indonesia, kita tinggal mencarinya.
Komentar dari Gestapo
Waktu: 5 April 2007, 2:58 pm
saya udah selidiki metode ekstraksi yg di artikel Pa Sumarno yg dr Yogya itu yg pake HCl dicampur dg pasta alga, stl dicoba di lab ternyata tdk ada minyaknya sama sekali…juga isi artikelnya banyak yg janggal misal menggunakan minyak biodiesel alga padahal pengertian yg dimaksud adalah minyak nabati alga, minyak nabati alga hrs diproses dulu supaya jadi biodiesel & itu ga gampang..paling tdk menguasai kemampuan dasar praktikum kimia dasar, kimia organik, kimia analitik…bikin medium utk alga spirulina susahnya bukan main ( saya punya spesies alga spirulina), chlorella juga tp chlorella ga bagus utk bikin biodiesel
Komentar dari Adi Permadi
Waktu: 18 Agustus 2007, 9:15 pm
bagus sekali idenya. Saya senang sekali bisa bergabung di forum ini untuk berbagi wawasan mengenai biodiesel.
kebetulan saya akan mengambil mata kuliah teknologi kemurgi yang membahas pemanfaatan biomassa dalam pembentukan energi terbarukan - yang diasuh oleh pa Tatang HS (ketua forum Biodiesel Indonesia) dan teknologi minyak dan lemak yang diasuh oleh pa Tirto prakoso. Kalo ga ada halangan saya ingin menjadikan biodiesel dari alga untuk bahan tesis dan forum ini bisa membantu saya.
saya berharap hasil biodiesel dari teman-teman komunitas mahasiswa sentra energi nanti sampai pada tahap pengujian standar Biodiesel yang ditetapkan oleh standar nasional biodiesel Indonesia. Jadi bukan sekedar dapat biodiesel aja namun bagaimana agar biodiesel dari alga itu memenuhi kriteria yang ditetapkan
Salam kenal dari saya
Adi permadi ST
mahasiswa pasca sarjana Teknik Kimia ITB
Komentar dari andhy
Waktu: 30 Agustus 2007, 9:26 pm
Weit, pak Tatang?? senganya diajar pak Tatang. Salam ya buat pak Tatang… tanyain dong, kapan ke UGM lagi?? hehe
Andhy MF
mhs Teknik Fisika UGM
panitia seminar nasional biodiesel yang waktu itu ngundang pak Tatang. hehe… intermezzo…
Komentar dari si cantik clara
Waktu: 20 September 2007, 12:19 pm
masa sich???????????
ya mdh2an benar ya hasil penelitiannya, dan bisa diterima banyak orang. dan bisa dikembangkan sama para bibit unggul dalam mengisi kemerdekaan qt…..MERDEKA……………..MERDEKA…………….MERDEKA……………..SKALI MERDEKA TETAP MERDEKA…………..
Komentar dari gatzhu
Waktu: 21 September 2007, 1:51 am
sama seperti yang lain , kutunggu slalu dikau ( biodiesel ).kapan aku bisa menikmatmu dengan sepuas-puasnya.jangan di iming-imingi doang.
BANGUUUUN……BANGUUUUUUUN,SAHUUUR……SAHUUUUUR.
dimana dikau para ilmuwanku????????.
Komentar dari hindar
Waktu: 21 September 2007, 8:54 am
Secara komersial masih perlu dicari tehnologi yg cukup murah, mungkin paling cocok photobioreactor, utk konversi dari minyak alga ke biodiesel yang paling baik dan murah dengan menambah accelerator, saya sdh mencobanya, waktunya hanya 10 menit dengan temperatur 50 C dibandingkan cara yg dilakukan BPPT sekarang sekitar 1-2 jam suhu 64 C.
Komentar dari Thomas
Waktu: 23 September 2007, 6:35 am
Kepada mas Hindar, saya tertarik dengan hasil penelitian mas sebab anda sudah mencoba dan menunjukkan kemampuan yang lebih baik. Apabila anda bersedia anda dapat menjadi kontributor dalam website ini dengan mengklik menu register dan mereview secara garis besar hasil penelitian anda.
Komentar dari soenarko hardjosoemarto
Waktu: 6 Oktober 2007, 10:10 am
kalau memang prospek kami merencanakan memproduksi biodiesel dari algae ini bekerjasama dengan investor kalau anda mempunyai FS yang bagus silahkan hubungi kami dana tersedia 4 triliun tks
Komentar dari dian sweety
Waktu: 6 Oktober 2007, 10:07 pm
bagus juga ni ide nya, sepertinya saya akan menjadikan alga sebagai judul skripsi. doakan ya biar sukses.
Komentar dari Thomas
Waktu: 10 Oktober 2007, 9:02 am
Kepada Bapak soenarko hardjosoemarto kami berterima kasih atas kesediaannya untuk mengembangkan penelitian ini ke pasar keekonomian. Mohon Bapak menghubungi kami di kamase_ugm@yahoo.co.id untuk membicarakan kerjasama yang lebih detail. Terima Kasih.
Komentar dari sahat
Waktu: 22 Oktober 2007, 12:08 am
menarik banget wacana yg diangkat ini..
alga benar2 menarik..
mungkinkah alga dapat dijadikan alternatif pemecahan masalah global warming yg sedang “hot” saat ini??
setelah saya tau bahwa alga sangat membutuhkan karbondioksida utk hidup..
sesuai banget dengan indonesia yang merupakan negara perairan yang luas..
mohon kritik dan sarannya karena saya sedang membuat penelitian juga tentang alga ini..
Salam saya Sahat Maharis,Fakultas Kehutanan IPB
Komentar dari aditya indra
Waktu: 1 Desember 2007, 7:24 pm
saya sgt setuju dgn karya ilmiah ini….
kebetulan saya sangat tertarik sekali akan biodisel, yg saya ign tanyakan :
1. Pd proses Pengepresan (Expeller/Press) tu menggunakan alat pa namanya ??
2. Pd proses dgn “Hexane solvent oil extraction” brp kandungan heksananya & larutan cyclo-hexane yang digunakan brp kadar’a serta tlg jlskan jumlah dan bahan2 pa sj yg di butuhkan selain disebut di atas ??
3. Bila kekurangan tenaga saya siap untuk bergabung…
Komentar dari A. Munir
Waktu: 27 Desember 2007, 10:36 am
Infonya bagus dan akan sangat bermanfaat. Dimana kami bisa peroleh spesies alga yang dapat menghasilkan minyak nabati? Bagaimana foto atau gambar algae tersebut? apakah dapat ditemukan di alam bebas, agar kami dapat mencarinya sendiri dan mengembangkannya di perairan kita.
Komentar dari Administrator
Waktu: 3 Januari 2008, 8:37 pm
Untuk mencari info lebih detail mengenai alga untuk biofuel temen-temen dapat mencari info detail di fakultas kelautan Universitas Diponegoro, dan kebetulan partner kami penelitian adalah dari mahasiswa situ.
Komentar dari wandi
Waktu: 8 Januari 2008, 3:22 pm
sudah banyak informasi tentang Biodiesel, hanya sampai sekarang peluang dan informasi tentang biodiesel hanya menguntungkan kepentingan para pemodal. jadi kapai kesempatan dan peluang teknologi Biodiesel ini juga merupak peluang bagi yang papa secara ekonomi dan pengetahuan.
wandi
Komentar dari Armandha
Waktu: 13 Januari 2008, 11:56 am
Wowww! begitu pesatnya perkembangan biodiesel mikroalga dalam dua taun terakir! Peluangnya rupanya sudah dibuktikan byk orang, tp ko sy pesimis ya sama hsl pnelitian tesis sy nanti?
Salam kenal buat Pak Adi Permadi Mhs S2 Tekim ITB. Saya Dian Triastari Armandha, mhs S2 SITH ITB smester satu.
Saya juga mau pnelitian tesis ttg biodiesel Chlorellaa dn Spirulina. Barangkali kita bisa berbagi infonya ttg topik menarik ini… KOntak saya 08886838700.
Komentar dari thia
Waktu: 15 Januari 2008, 3:01 pm
ass…
saya sangat tertarik tentang pembuatan alga menjadi biodiesel…sehingga saya tertarik ingin melakukan penelitian ini..
jika bapak berkenan memberikan saya tntng bagaimana proses pembuatan biodiesel dari alga secara mendetail???
dan bagaimana tentang pelarut yang paling baik untuk mendapatkan minyak alga yang maksilmal???
please….semoga bpk mempunyai waktu untuk menjawabnya…
wassalam..
Komentar dari Adi Permadi
Waktu: 21 Januari 2008, 6:00 pm
assalamu alaikum wr wb
Ini kali kedua saya menulis di blog sini, salam kenal buat mba Dian Triastari (mudah2han kita bisa sharing kan kelas kita berhadapan he he he). Tidak salah jika anda punya rasa pesimis terhadap kandungan alga (tidak hanya anda saja lho).
ada 3 masalah utama nih (terlepas dari masalah ekonominya)
pertama. bagaimana memaksimalkan kandungan minyak dalam alga dengan mengoptimalkan nutrisi dan kondisi itu sendiri. kalo kita melakukan riset dengan alga kering yang udah dibuat produsen si X misalnya, kita tidak bisa mengoptimalkan minyak dalam alga tersebut tetapi kita hanya menerima jadi saja, kandungan minyak yang ada. Kita tidak tau apa si produsen itu ingin memaksimalkan minyak atau tidak. Mau tidak mau ya harus budidaya sendiri.
Kedua, bisa jadi kandungan minyak dalam alga itu cukup besar tetapi kita mendapatkan sedikit, bisa jadi kan. Dari riset pendahuluan ternyata membran alga itu belum pecah sehingga minyaknya belum keluar. jadi cari cara ekstraksi yang paling optimal (dari jurnal sih dengan ekstraksi super kritik tapi mahal banget tuh alatnya dan si dosen belum tentu mau alatnya cuma dipakai untuk gituan). kandungan minyak dalam alga Chlorella itu minimnya sekitar 30% berat (jika rho alga = 0,85 maka dalam 1 kg alga kering sekitar 0,32 liter minyak). itu teorinya tapi riset awal yang saya tau sendiri sedikit sekali perolehan minyak. bahkan jika dihitung dengan simulasi memakai ekstraktor cross curren 3 tingkat dengan menggunakan n heksan sebagai solven sekitar 92 % kandungan minyak dalam alga bisa diambil. realitanya wah belum mendekati. ada yang salah?
ketiga, spesies alga kan beda-beda sehingga ada yang optimal dengan kandungan lipidnya seperti botri coccus brauni (melebihi tanaman darat penghasil minyak) tentunya tidak bisa disamai dengan spirulina, alga pirang atau chlorella. Nah alangkah baiknya cari spesies alga yang optimal kandungan minyaknya tadi. karena lagi-lagi ada alga yang dipakai untuk bioetanol dan memproduksi hidrogen tentunya alga-alga itu tidak maksimal dalam menghasilkan minyak namun maksimal dalam memproduksi yang lain
Selamat berjuang semuanya
wassalamu alaikum wr wb
Adi Permadi
Komentar dari Dwi Sunardi
Waktu: 27 Januari 2008, 10:21 am
Assalamu’alaikum…Forum ini dapat menjadi tempat berbagi. Bukan hanya tertarik namun saya telah merasakan tidak mudahnya membudidayakan alga untuk setiap manfaat yang akan kita ambil darinya. Riset tesis sederhana saya tentang mikroalga walaupun bukan Chlorella tapi Dunaliella. Saya ingin sekali berbagi dengan nyata dan bergabung dalam kegiatan nyata kamase. Trimakasih, Wassalam (dwi- alumni Bioteknologi UGM)
Komentar dari Nisa
Waktu: 5 Februari 2008, 9:06 am
subhanalloh!!!
Jadi inget pas jaman jadi mahassisswa dahuluu kalaa….
iya deh turut optimis terhdp karya2 kreatif putra2 bangsa..semoga bs memperbaiki kualitas hdp indonesia…
Komentar dari sunarya
Waktu: 14 Februari 2008, 9:27 am
Dari yang saya baca, hanya berpolemik di budidaya algae. Kenapa tidak panen disumber lautan Indonesia saja yang berjuta-juta ton alage. Kendalanya bagaimana memanen alagae di laut yang tumbuh 50 meter dari permukaan laut.
Komentar dari Erdaset
Waktu: 19 Februari 2008, 9:15 am
assalamu ‘alaikum
untuk jenis Porphyridium cruentum dengan protein 28-39%berat dan karbohidrat 40-57%berat. apakah sudah ada yang membudidayakannya? bagaimankah cara pembudidayaanya? berapakah hasilnya per hektar per tahun? Apa sajakah kendala yang dihadapi dalam pembudiyaanya?apakah alga jenis ini bisa langsung ditambahkan bakteri S. Cerrevisae untuk menghasilkan bioetanol atau ada preteatment yang harus dilakukan?…
wassalam
Komentar dari Indah raya
Waktu: 22 Februari 2008, 6:05 am
assalamualaikum wr wb
10 tahun yg lalu masa mengambil S.2 di UGM, kami sekelompok yg penelitian bagaimana memanfaatkan mikroalga sebagai adsorben logam berat, merasakan betapa beratnya membudidayakan mikroala ini. Waktu itu kami berhasil membudidayakan berbagai spesies, termasuk yg sudah kawan-kawan sebutkan. Tapi itu tadi susahnya minta ampun, harus diperhatikan semua aspek ie; aerasi, kebersihan, cahaya, nutrien dll. Kami melakukannys semua dalam suatu ruangan besar yang terisolasi dan terjaga dari segala kontaminan. Namun begitu kadang-kadang juga terjadi masaalah. Yg paling sedih kalau sudah ditungguin beberapa hari tiba2 mikroalganya hilang entah kemana, dan eh ternyata setelah di cek di bawah mikroskop ternyata ada mikroba lain yg kemungkinan menyerang alga yg hilang tadi. Hasilnya juga tidak terlalu banyak, untuk memperoleh 1 gram alga kami harus mengkultur kira2 5 akuarium seukuran 40 liter. Mungkin saja kandungan minyak nabatinya banyak untuk spesies tertentu, tapi sy pesimis dengan budidayanya. Namun begitu tak ada salahnya untuk mencoba. Saya pun berniat berpartisipasi, dan sekedar info dari semua yg kami kulturkan spesies Tetraselmis Chui dan Chaetoceros calcitrans adalah yang cukup tahan terhadap gangguan. Tetraselmis Chui jenis yg bergerak, sementara Chaetoceros c. banyak mengandung silika. Ini dulu infonya, lain kali disambung wassalam.
Komentar dari Dianursanti
Waktu: 26 Februari 2008, 4:58 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya sangat tertarik membaca artikel ini dan ingin juga bergabung dalam forum ini. kebetulan saat ini pun saya dan rekan saya sedang melakukan penelitian mengenai biofiksasi CO2 dan produksi biomassa mikroalga Chlorella dalam suatu photobioreactor kolom gelembung. Penelitian ini sudah berlangsung sejak tahun 2003, dan pelaksanaannya juga dibantu oleh mahasiswa2 S1 bimbingan saya. Saat ini proses produksi yang dilakukan sudah dalam skala menengah. Tapi kami sendiri belum sempat melakukan uji kandungan/kualitas dari mikroalga kami. Mungkin kami akan bekerja sama dg pihak tertentu untuk dapat membantu kami mengidentifikasi kualitasnya. Ada yang bisa membantu? Maklumlah kami dari Teknik Kimia sehingga pemahaman tentang uji kandungan tidak sebaik orang-orang yang berasal dari bidang seperti FMIPA, khususnya Biologi…
Nah, bila nanti produksi Chlorella kami ternyata memenuhi persayaratan untuk menghasilkan biodiesel, saya akan coba untuk melakukannya di lab kami.
Wassalam
Komentar dari tika dan suci
Waktu: 28 Februari 2008, 1:36 pm
Ass, qt sebagai mahasiswa jg sedang menjalani PKL yang berhubungan dengan mikroalgae yang ditanam dalam bak terbuka. kami mengalami kendala yaitu tumbuhnya banyak kontaminasi di dalam bak mikroalgae yang akan dibuat biodiesel. Tolongin donk cariin cara menghilangkan kontaminasinya gimana?? biar biodiesel qt bagus hasilnya. makasi banyak ya…..
Komentar dari Riza
Waktu: 12 Maret 2008, 9:38 pm
sip deh…..
buktikan bahwa kita juga mampu dalam bidang mikrobiologi…
Komentar dari cindy
Waktu: 31 Maret 2008, 1:10 pm
baguz banget temanya
klo diperkenankan alamat tepatnya CV Indmira di Pakem, Sleman, Yogyakarta dimana ??
apakah perusahaa n tersebut sudah berhasil memanfaatkan biodiesel dari mikroalga ??
kemudian berapa banyak mikroalga untuk menghasilkan 1 L biodiesel ??
Komentar dari taufik
Waktu: 23 April 2008, 9:15 am
cayoliti2 handall..oooo maju truzzzz…
buktikan bahwa kata juga punya pene
Komentar dari baiti
Waktu: 30 April 2008, 6:39 pm
assalamu’alaikum
dimohon bantuannya bagi yang tahu about alga yang apapun terutama yang bisa dijadiin sumber energi
tolong kirim email ke sini
cahaya_rmhku@yahoo.co.id
untuk bantuannya saya ucapkan terimakasih
segera ditunggu infonya hingga tanggal 5 ya
trimakasih untuk sahabt semua
Komentar dari yuthia permata sari
Waktu: 5 Mei 2008, 3:11 pm
ass…
saya mahasiswa dari Universitas Bung Hatta, Jurusan Teknik Kimia…
Saya sekarang sedang melaksanakan Tugas Akhir yang berjudul Perancangan Biodiesel. Proses yang saya gunakan adalah proses ultrasonik. Tetapi saya mendapat informasi bahwa ada jenis pengganti katalis KOH..
Saya ingin menanyakan kepada Bapak apa pengganti katalis tersebut?
dan apa perbedaannya..
Saya mohon bantuan bapak secepatnya, sebelumnya saya ucapkan terimakasih
Komentar dari salsa
Waktu: 9 Mei 2008, 9:46 pm
assalamu’alaikum.

saya sudah mencoba produksi biodiesel dari alga, dan hasilnya fantastis…untuk budidayanya bukan sulit tapi butuh kesabaran dan keikhlasan. mengenai tekhnik sintesisnya bisa secara soxhletasi atau chemical maseration.
tapi saya masih terus mencari cara untuk optimasi hasil minyaknya sebelum di rubah menjadi FAME..
Semoga ada rekan2 sekalian yang ingin menyumbangkan pikirannya..
kami juga supplier bahan2 kimia, jadi bagi rekan2 yang kesulitan bahan bisa pesan dan langsung dikirim, insyaALLAH one day service dan berapapun packing-nya
terimakasih.
Wassalam.
Komentar dari salsa
Waktu: 9 Mei 2008, 9:56 pm
jika ingin info lebih lanjut ttg bahan kimia, dapat mengakses www.cahayakimia.com
terimakasih
Komentar dari novan
Waktu: 10 Mei 2008, 8:57 pm
aduh lagi pusing ne pngn penelitian tentang alga biar bisa dijadiin biofuel/biodiesel tp diekstract dengan apa yaw, biar lebih menarik.ada yang bisa bantu ga???
Komentar dari denny
Waktu: 13 Mei 2008, 9:10 am
Saya tertarik dengan topik ini. Berikut kutipan dari trubus… yg menurut saya, yang awam ini kayaknya mudah ya bikin bioetanol dari alga…”Alga itu lantas dievaporasi selama 5 menit untuk menguapkan air. Begitu dingin, tambahkan ragi Sacharomyces cereviceae pemecah karbohidrat menjadi gula. Selain itu tambahkan sedikit gandum sebagai pakan ragi. Fermentasi selam 3 hari menghasilkan cairan mirip wine berkadar alkohol 5%. Pada cairan itu tambahkan enzim alfa amilase untuk memecah glukosa menjadi alkohol. Hasilnya 20-30% bioetanol. Selama pengolahan alga menjadi bioetanol, menghasilkan ampas berkadar protein tinggi sebagai pakan ternak.”. Ada 3 komponen dasar untuk membuat bioetanol dari alga ini (mohon koreksi dan petunjuk):
1. Alga
2. Ragi
3. Enzim Alfa Amilase
Yang saya gak ngerti itu (mohon infonya):
1. Alga… Apakah alga jenis clhorella sp tumbuh di alam? dimana bisa saya temukan?
2. Enzim alfa amilase… Apa nama umumnya? bisa dibeli dimana ya… ?
terima kasih.
BBM naik? gak usah takut…. Bikin aja BBM sendiri…
Hidup Indonesia
Komentar dari nani nuraeni
Waktu: 23 Mei 2008, 5:01 pm
Assalaamualaikum Wr.Wb. saya mahasisiwa tingkat satu jurusan pendidikan fisika Universitas pendidikan Indonesia, meskipun saya jurusan fisika tapi saya tertarik dengan dengan penelitian tentang alga yang bisa dijadikan biodesel. jika penelitian ini berhasil tentunya akan samgat bermanfaat bagi masayarakat karena pada zaman sekarang ini kebutuhan pada minyak itu meningkat tapi harga minyak terus naik, jadi merupakan suatu kontribusi yang sangat besar sekali dari komunitas sains indonesia apabila penelitian ini berhasil dijalankan. dan ini juga merupakan suatu pembuktian pada masyarakat indonesia ataupun dunia bahwa komunitas sains di indonesia itu ada dan dapat melahirkan suatu temuan. alangkah bahagianya jika keberadaan kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Ayooo SMANGAAAAT!!!!!!!!!!!
Komentar dari atilah_ilmu kelautan_undip
Waktu: 10 Juni 2008, 11:14 am
assalamualikum
salam kenal buat teman2 di blog ini, senang sekali rasanya saya bisa bergabung disini. saat ini sy sedang melakukan penelitian tentang optimalisasi media pertumbuhan mikroalga agar bisa menghasilkan minyak dalam jumlah maks.
kalo teman2 bersedia sy minta bantuan untuk di krm artikel2 atau apapun deh tentang biodiesel dan mikroalga khususnya chlorella vulgaris.
indonesia punya potensi cukup tinggi dalam pengelolaan laut, tapi kita biasanya cuma bangga doang, sekarang saatnya kita bergerak kawan!
khusus buat pak sumarno, kalo boleh kapan2 sy berharap bisa berkunjung ke temapt bapk, boleh kan pak?
wassalam
Komentar dari misbah hariyanto
Waktu: 4 Juli 2008, 5:35 pm
mohon petunjuk dimana saya bisa mnegetahui tempat budidaya alga hijau sebagai bahan baku biodisel…? lebih terimakasih lagi bila saya dapat mengunjungi tempat tersebut untuk mempelajarinya.
Komentar dari novan
Waktu: 5 Juli 2008, 9:11 am
salam kenal bwt atilah…saya novan dari boikimia IPB apakah optimalisasi media sudah ditemukan kalo udah boleh berbagi ceritanya ya? soalnya saya juga sedang melakukan paktek lapang biodiesel alga di LIPI cibinong B0gor, kalo bersedia lirim lewat sapu_polda@yahoo.co.id
Komentar dari suwanti
Waktu: 7 Juli 2008, 8:38 pm
assalamu alaikum para pejuang-pejuang bangsa. saya ingin bangsa Indonesia bisa menjadi pengimport bioethanol terbesar di dunia.kalau semua rakyat Indonesia tau cara membuat bioethanol ini, saya yakin bangsa ini bebas pengangguran.Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan umur yang panjang bagi semua peneliti-peneliti penyelamat dunia. Amin ya rabbal alamin.
Komentar dari rahmatsyah
Waktu: 12 Juli 2008, 8:47 am
mohon petunjuk dimana saya bisa belajar untuk mengetahui proses biodiesel dari alga …? terimakasih
Komentar dari dian
Waktu: 14 Juli 2008, 12:56 pm
Assalamualaikum wr. wb
saya senang bisa ikutan nimbrung di situs ini, situsnya para ilmuan
oya buat teman2 ilmuan, saya mohon bantuannya, dimana bisa mendapatkan alga yang banyak kandungan minyaknya untuk biodiesel, yang sudah dikultur sendiri…
berhubung ini untuk penelitian skripsi saya, bagi teman2 ilmuan yg tau bisa menginformasikannya hub saya (dian) di 081396519603.
makasih ya sebelumnya…
TERUS MAJU TEMAN - TEMAN ILMUAN
INDONESIA PASTI BISA BANGKIT
Tulis komentar