Energi matahari merupakan energi yang utama bagi kehidupan di bumi ini. Berbagai jenis energi, baik yang terbarukan maupun tak-terbarukan merupakan bentuk turunan dari energi ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Energi yang merupakan turunan dari energi matahari misalnya:
- Energi angin yang timbul akibat adanya perbedan suhu dan tekanan satu tempat dengan tempat lain sebagai efek energi panas matahari.
- Energi air karena adanya siklus hidrologi akibat dari energi panas matahari yang mengenai bumi.
- Energi biomassa karena adanya fotosintesis dari tumbuhan yang notabene menggunakan energi matahari.
- Energi gelombang laut yang muncul akibat energi angin.
- Energi fosil yang merupakan bentuk lain dari energi biomassa yang telah mengalami proses selama berjuta-juta tahun.
Selain itu energi panas matahari juga berperan penting dalam menjaga kehidupan di bumi ini. Tanpa adanya energi panas dari matahari maka seluruh kehidupan di muka bumi ini pasti akan musnah karena permukaan bumi akan sangat dingin dan tidak ada makluk yang sanggup hidup di bumi.
Energi Panas Matahari sebagai Energi Alternatif
Energi panas matahari merupakan salah satu energi yang potensial untuk dikelola dan dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber cadangan energi terutama bagi negara-negara yang terletak di khatulistiwa termasuk Indonesia, dimana matahari bersinar sepanjang tahun. Dapat dilihat dari gambar di atas bahwa energi matahari yang tersedia adalah sebesar 81.000 TerraWatt sedangkan yang dimanfaatkan masih sangat sedikit.
Ada beberapa cara pemanfaatan energi panas matahari yaitu:
- Pemanasan ruangan
- Penerangan ruangan
- Kompor matahari
- Pengeringan hasi pertanian
- Distilasi air kotor
- Pemanasan air
- Pembangkitan listrik
Pemanasan Ruangan
Ada beberapa teknik penggunan energi panas matahari untuk pemanasan ruangan, yaitu:
- Jendela
Ini merupakan teknik pemanasan dengan menggunakan energi panas matahari yang paling sederhana. Hanya diperlukan sebuah lubang pada dinding untuk meneruskan panas matahari dari luar masuk ke dalam bangunan. Ada jendela yang langsung tanpa ada kacanya dan ada yang menggunakan kaca. Untuk mendapatkan panas yang optimal maka pada jendela dipasang kaca ganda. Biasanya di daerah-daerah empat musim dinding/tembok bangunan diganti dengan kaca agar matahari bebas menyinari dan menghangatkan ruangan pada saat musim dingin.
- Dinding Trombe(Trombe Wall)
Dinding trombe adalah dinding yang diluarnya terdapat ruangan sempit berisi udara. Dinding bagian luar dari ruangan sempit tersebut biasanya berupa kaca. Dinding ini dinamai berdasarkan nama penemunya yaitu Felix Trombe, orang berkebangsaan Perancis.
Prinsip kerjanya adalah permukaan luar ruangan ini akan dipanasi oleh sinar matahari, kemudian panas tersebut perlahan-lahan dipindahkan kedalam ruangan sempit. Selanjutnya panas di dalam ruangan sempit tersebut akan dikonveksikan ke dalam bangunan melalui saluran udara pada dinding trombe.
- Greenhouse
Teknik ini hampir sama dengan dinding trombe hanya saja jarak antara dinding masif dengan kaca lebih lebar, sehingga tanaman bisa hidup di dalamnya.
Prinsip kerja greenhouse juga serupa dengan dinding trombe. Panas masuk melalui kaca ke dalam greenhouse lalu dikonveksikan ke dalam bangunan untuk menghangatkan ruangan atau menjaga suhu rungan tetap stabil meskipun pada waktu siang atau malam hari.
Penerangan Ruangan
Adalah teknik pemanfaatan energi matahari yang banyak dipakai saat ini. Dengan teknik ini pada siang hari lampu pada bangunan tidak perlu dinyalakan sehingga menghemat penggunaan listrik untuk penerangan. Teknik ini dilaksanakan dengan mendesain bangunan yang memungkinkan cahaya matahari bisa masuk dan menerangi ruangan dalam bangunan.
Kompor Matahari
Prinsip kerja dari kompor matahari adalah dengan memfokuskan panas yang diterima dari matahari pada suatu titik menggunakan sebuah cermin cekung besar sehingga didapatkan panas yang besar yang dapat digunakan untuk menggantikan panas dari kompor minyak atau kayu bakar.

Untuk diameter cermin sebesar1,3 meter kompor ini memberikan daya thermal sebesar 800 watt pada panci. Dengan menggunakan kompor ini maka kebutuhan akan energi fosil dan energi listrik untuk memasak dapat dikurangi.
Pengeringan Hasil Pertanian
Hal ini biasanya dilakukan petani di desa-desa daerah tropis dengan menjemur hasil panennya dibawah terik sinar matahari. Cara ini sangat menguntungkan bagi para petani karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya. Berbeda dengan petani di negara-negara empat musim yang harus mengeluarkan biaya untuk mengeringkan hasil panennya dengan menggunakan oven yang menggunakan bahan bakar fosil maupun menggunakan listrik.
Distilasi Air
Cara kerjanya adalah sebuah kolam yang dangkal, dengan kedalaman 25mm hingga 50 mm, ditututup oleh kaca. Air yang dipanaskan oleh radiasi matahari, sebagian menguap, sebagian uap itu mengembun pada bagian bawah dari permukaan kaca yang lebih dingin. Kaca tersebut dimiringkan sedikit 10 derajat untuk memungkinkan embunan mengalir karena gaya berat menuju ke saluran penampungan yang selanjutnya dialirkan ke tangki penyimpanan.
Pemanasan Air
Penyediaan air panas sangat diperlukan oleh masyarakat, baik untuk mandi maupun untuk alat antiseptik pada rumah sakit dan klinik kesehatan. Penyediaan air panas ini memerlukan biaya yang besar karena harus tersedia sewaktu-waktu dan biasanya untuk memanaskan digunakan energi fosil ataupun energi listrik. Namun Dengan menggunakan pemanas air tenaga surya maka hal ini bukan merupakan masalah karena pemanasan air dilakukan dengan menyerap panas matahari dengan menggunakan kolektor sehingga tidak memerlukan biaya bahan bakar.

Prinsip kerjanya adalah panas dari matahari diterima oleh kolektor yang terdapat di dalam terdapat pipa-pipa berisi air. Panas yang diterima kolektor akan diserap oleh air yang berada di dalam pipa sehingga suhu air meningkat. Air dingin dialirkan dari bawah sedangkan air panasnya dialirkan lewat atas karena massa jenis air panas lebih kecil daripada massa jenis air dingin (prinsip thermosipon). Air ini lalu masuk ke dalam penyimpan panas. Pada penyimpan panas, panas dari air ini dipindahkan ke pipa berisi air yang lain yang merupakan persediaan air untuk mandi/antiseptik. Sedangkan air yang berasal dari kolektor akan diputar kembali ke kolektor dengan menggunakan pompa atau hanya menggunakan prinsip thermosipon. Persediaan air panas akan disimpan di dalam tangki penyimpanan yang terbuat dari bahan isolator thermal. Pada sistem ini terdapat pengontrol suhu jika suhu air panas yang dihasilkan kurang dari yang diinginkan maka air akan dimasukkan kembali ke tangki penyimpan panas untuk dipanaskan kembali.
Kolektor yang digunakan pada pemanas air tenaga panas matahari ini adalah kolektor surya plat datar yang bagian atasnya terbuat dari kaca yang berwarna hitam redup sedangkan bagian bawahnya terbuat dari bahan isolator yang baik sehingga panas yang terserap kolektor tidak terlepas ke lingkungan. Air panas di dalam kolektor bisa mencapai 82 C sedangkan air panas yang dihasilkan tergantung keinginan karena sistem dilengkapi pengontrol suhu.
Pembangkitan Listrik
Prinsipnya hampir sama dengan pemanasan air hanya pada pembangkitan listrik, sinar matahari diperkuat oleh kolektor pada suatu titik fokus untuk menghasilkan panas yang sangat tinggi bahkan bisa mencapai suhu 3800 C. Pipa yang berisi air dilewatkan tepat pada titik fokus sehingga panas tersebut diserap oleh air di dalam pipa. Panas yang sangat besar ini dibutuhkan untuk mengubah fase cair air di dalam pipa menjadi uap yang bertekanan tinggi. Uap bertekanan tinggi yang di hasilkan ini kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang kemudian akan memutar turbo generator untuk menghasilkan listrik.

Ada dua jenis kolektor yang biasa digunakan untuk pembangkitan listrik yaitu kolektor parabolik memanjang dan kolektor parabolik cakram.

Kolektor Parabolik Memanjang

Kolektor Parabolik Cakram
Di California, Amerika Serikat, alat ini telah mampu menghasilkan 354 MW listrik. Dengan memproduksi kolektor ini secara massal, maka harga satuan energi matahari ini di AS, sekitar Rp 100/KWh lebih murah dibandingkan energi nuklir dan sama dengan energi dari tenaga pembangkit dengan bahan baku energi fosil.(Ivan A Hadar, 2005).
Di India dengan area seluas 219.000 meter persegi maka kolektor mampu menghasilkan listrik sebesar 35-40 MW dengan rata-rata intensitas penyinaranya adalah sebesar 5.8 KWH per meter persegi per hari.(Gordon Feller).
Kita dapat juga membangkitkan listrik langsung dari energi surya, yaitu dengan menggunakan photovoltaic. Alat ini terbuat dari bahan semikonduktor yang sangat peka dalam melepaskan elektron ketika terkena panjang gelombang sinar matahari tertentu. Akan tetapi alat ini masih sangat mahal dan efisiensinya masih sangat rendah, yaitu sekitar 10%.
Pembangkitan listrik berdasarkan perbedaan tekanan pada gas juga bisa dilakukan, yaitu dengan menggunakan chimney. Ini sebuah sistem tower yang terdiri turbin gas dan jalinan kaca tertutup yang luas untuk memerangkap panas matahari.
Prinsipnya: sinar matahari akan menembus kaca dari alat ini kemudian memanaskan gas yang terperangkap di bawah kaca. Gas suhu tinggi ini akan memasuki tower tertutup yang tingginya bisa mencapai 1000 meter vertikal. Oleh karena perbedaan suhu gas pada permukaan bumi dan 1000 meter diatas permukaan bumi, maka gas akan mengalir ke atas melalui tower ini. Aliran gas/udara tersebut akan memutar turbin gas. Skema sederhana dapat dilihat pada gambar dibawah.

Keuntungan dan Kerugian Energi Panas Matahari
Keuntungan dari penggunaan energi panas matahari antara lain:
- Energi panas matahari merupakan energi yang tersedia hampir diseluruh bagian permukaan bumi dan tidak habis (renewable energy).
- Penggunaan energi panas matahari tidak menghasilkan polutan dan emisi yang berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan.
- Penggunaan energi panas matahari untuk pemanas air, pengeringan hasil panen akan dapat mengurangi kebutuhan akan energi fosil.
- Pembanguan pemanas air tenaga matahari cukup sederhana dan memiliki nilai ekonomis.
Kerugian dari penggunaan energi panas matahari antara lain:
- Sistem pemanas air dan pembangkit listrik tenaga panas matahari tidak efektif digunakan pada daerah memiliki cuaca berawan untuk waktu yang lama.
- Pada musim dingin, pipa-pipa pada sistem pemanas ini akan pecah karena air di dalamnya membeku.
- Membutuhkan lahan yang sangat luas yang seharusnya digunakan untuk pertanian, perumahan, dan kegiatan ekonomi lainya. Hal ini karena rapat energi matahari sangat rendah.
- Lapisan kolektor yang menyilaukan bisa mengganggu dan membahayakan penglihatan, misalnya penerbangan.
- Sistem hanya bisa digunakan pada saat matahari bersinar dan tidak bisa digunakan ketika malam hari atau pada saat cuaca berawan.
- Penyimpanan air panas untuk perumahan bukan merupakan masalah, tetapi penyimpanan uap air pada pembangkit listrik memerlukan teknologi yang sulit.
Pustaka
- Arismunandar, W. 1995. Teknologi Rekayasa Surya. Bandung. Pradnya Paramita.
- Boyle, G. 1996. Renewable Energy. Milton Keynes. The Open University.
- Gordon Feller. India Building Large-Scale Solar Thermal Capacity. Available from http://www.ecoworld.org/Home/Articles2.cfm?TID=325
- Ivan A Hadar. Kompas, 11 Oktober 2005. Keluar dari Ketergantungan (Pasar) BBM.
- Passive Solar Architecture - Heating. Available from www.azsolarcenter.com/design/pas-2
- Solar Cooking. Available from www.energiinfo.org/solar_cooking
Ditulis: 30 September 2007 pada kategori Surya.
Komentar: 56






Komentar
Komentar dari Okto Silaban
Waktu: 7 Oktober 2007, 9:01 pm
Mantap Thom artikelnya.. Keren..
Komentar dari rini
Waktu: 24 Oktober 2007, 11:51 am
saya tertarik dgn kompor matahari, apakah bhn2 pembuatnya mudah didpt, mahal ato bgmn? apakh di indonesia sdh di aplikasikn, kl sdh dmn? mhn penjelasannya lbh lnjut
Komentar dari gENJO
Waktu: 29 Oktober 2007, 1:08 am
toop abies !!!! Tugas aku slese dach !!
Komentar dari FaFa
Waktu: 30 Oktober 2007, 7:48 am
sebagai generasi muda indonesia
Komentar dari ShoFa..
Waktu: 1 November 2007, 5:34 pm
Waoouuuwwww…krenzz!!
dr temmanya aza udh Wahh,,apaLge isinya ya kn?? 
AMIEN…Hee…GoodLuck^ 
Zmoga ini bkan cuma artikel yh tp bz diwjudkan byar indonesia jd negara yang maju!!!
Komentar dari Nur Setianto
Waktu: 2 November 2007, 10:03 pm
wahduh…ada yang sedikit ketinggalan kereta…
udah banyak lho aplikasi energi terbarukan di indo…tak kenal maka tak sayang
salam//…
Komentar dari nining kusharyanti
Waktu: 14 November 2007, 1:13 pm
oke banget deh tulisannya.

btw, bang ada ngga’ ya matahari yang bisa dipake untuk las di pabrik/bengkel.
kalo ada literaturnya, saya mau dunx dikirimi e-mail
thanx, before!!!
Komentar dari ria
Waktu: 14 November 2007, 7:04 pm
Komentar dari rachmat.h
Waktu: 15 November 2007, 11:47 pm
luar biasa artikelnya,tetap berkarya,semoga sukses
Komentar dari gunarso
Waktu: 22 November 2007, 11:49 pm
sayangnya sosialisasi kenaikan harga BBM lebih gencar dan menyeluruh dibanding sosialisasi dan pembinaan untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan.
Komentar dari frdauzt
Waktu: 24 November 2007, 8:01 am
nice guy..
4 the better live
Komentar dari rasya 14
Waktu: 24 November 2007, 2:55 pm
Komentar dari rasya 14
Waktu: 24 November 2007, 3:06 pm
Komentar dari cHEe_cHeEn
Waktu: 28 November 2007, 5:11 pm
tiMe……
Komentar dari angga
Waktu: 29 November 2007, 10:37 am
makasih mas, bisa buat tugas sekolak
Komentar dari zacky
Waktu: 30 November 2007, 2:36 pm
Komentar dari MASJANTO
Waktu: 3 Desember 2007, 12:32 am
Itu lho temuannya orang Indonesia Pak Minto yang nemuin kompor parabola (semacam kompor matahari) dari bahan kaca/cermin mampu menghasilkan panas hingga 600 derajat celcius di fokusnya (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0503/31/naper/1644704.htm ) kalau digabung dengan temuan pak Boy yang mampu memodifikasi mesin sepeda motor hingga berbahan bakar air (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711/09/daerah/3980893.htm ) maka akan menghasilkan motor penggerak turbin listrik berbahan bakar air dengan tenaga matahari, piye nek ngono kuwi ? Ayo di rancang dong penelitiannya ?
Komentar dari holisoh
Waktu: 15 Desember 2007, 5:00 am
kenapa energi surya tidak dikenal masyarakat bawah.
selamat buat pak minto dan pak boy.
Komentar dari edhy
Waktu: 22 Desember 2007, 10:34 pm
salam,mungkin penemuan energi alternatif sekarang sudah banyak misal energi surya,tapi kenyataany belum banyak dirasakan masyarakat.
Komentar dari wdhy
Waktu: 22 Desember 2007, 10:36 pm
tolong dong dikembangkan dimasyarakat,agar dapat dirasakan kegunaanya.
Komentar dari Aris Handoko
Waktu: 3 Januari 2008, 2:58 pm
ok punya artikelnya….

semoga kita sebagai negara yang memiliki renewable energy yang sangat banyak bisa memanfaatkan itu semua, amin…
Komentar dari edhy
Waktu: 6 Januari 2008, 7:45 pm
bagus jg pngembangny,namun sosialisasi kemasyarakat tolong lebuh di galakan lagi,agr semua elemen masyarakat dapat menikmati.
trims
Komentar dari hendra
Waktu: 17 Januari 2008, 9:11 am
Komentar dari METHA
Waktu: 17 Januari 2008, 1:48 pm
aq mau nanya nich…
apa ada sistem atau perangkat lain yang memanfaatkan tenaga surya selain yg ada di atas???
yang pasti yang terbaru & murah meriah…..
tlg dibantu yach….
Komentar dari KOMING-BALI
Waktu: 6 Februari 2008, 4:41 pm
saya sangat mendukung adanya energi surya ini. saya ingin mendapatkan materi tentang kolektor surya tapi sulit sekali bisa tidak dikirimkan ke email saya…

Komentar dari brigida correia
Waktu: 7 Februari 2008, 1:37 pm
saya tertarik sekali dengan adanya usaha kalian merancang kompor tenaga surya yang banyak bermanfaat bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah sekaligus bermanfaat bagi kita semua yang ingin memperjuangkan lingkungan yang ramah apalagi bagi kami di Timor Leate,lho. Tolong kirimkan modul pembuatan kompor tenaga surya dan kompor pengering makanan/buah biar kami usahakan untuk mempelajarinya or apa mungkin kita bs kontak terua untuk kalian bisa datang ke Timor Leste untuk merancang sekaligua mengajari orang Timor Leste untuk membuat kompor tesebut?
Tolong ilmunya dibagi-bagi, ya. Thx
Komentar dari tika $petugal
Waktu: 15 Februari 2008, 10:23 am
Komentar dari pakde
Waktu: 20 Februari 2008, 1:42 pm
keren boss paparannya. eh bisa ga kirim artikel terus apa yang dibutuhkan pada kompor tenaga surya kalu bisa seh yang lengkap ya bos di just_tyo@yahoo.com. tanks atas dibolehkannya permintaan ini.
Komentar dari monica
Waktu: 12 Maret 2008, 9:04 am
wah………..
baru tw daku
Komentar dari ALFIAN SAFAAT
Waktu: 27 Maret 2008, 9:29 pm
KERRENZ BUANGET BRO…
SEHARUSNA EMANG ILMU YG QTA PNY TUH HRS DIBAGI2
ITU BARU ILMU YANG BERMANFAAT.
SMOGA SUCCES DUNIA AKHIRAT YA PAK…
ALHMDLH JAZZA KALLOHU KHOIRO

Komentar dari willeke
Waktu: 4 April 2008, 6:17 pm
bagus banget cerita…..
karena kami mau bangun rumah tahun ini saya tertarik sekali dengan informasi lebih lengkap….terutama energi matahari yang bisa dipakai untuk panaskan air dan listrik dengan satu sistem?saya juga ingin tahu lebih banyak tentang ongkosnya pasang sistem begitu dan jarak waktu yang bisa dipakai(saya dengar habis 10 tahun harus diperbarui tapi saya g tahu ini benar atau nggak?kami tinggal daerah Malang,jawa timur kami sebenarnya ingin sekali pakai energi matahari karena lebih baik untuk lingkungan kita semua..Semoga di masa depan Pemerintah Indonesia kasih subsidi ke energi matahari daripada susah2 BBM terus?
salam willeke
Komentar dari aineil
Waktu: 6 April 2008, 9:44 pm
Komentar dari aineil
Waktu: 7 April 2008, 8:43 pm
co dong jelaskan cara pembuatannya dengan jelas
dan sudut-sudut cermin klo menggunakan parabolo
Komentar dari iwan cece
Waktu: 9 April 2008, 9:46 pm
wah…keren banget neh artikelnya…bagi..dong dikit ilmu cara buat kompor matahari…he..he..sy dari Kalimantan TImur..dalam benak saya ada sebuah artikel tentang pengembangan energi panas batu bara ke energi listrik…cuma syg ya tdk ramah lingkungan…akan kah bs mas ya..kalo energi panas batu bara dikombinasikan energi panas matahari…(soalnya peralatan yg sy buat sdh setengah jalan ne…)…piye mas….
Komentar dari dri apris setijono
Waktu: 11 April 2008, 11:54 pm
aku seneng dengan karya kalian, bagaimana pun kalian adalah orang orang kebaanggaan kami
inofasi yang kita kembangkan harus di realisasikan untuk kemakmuran rakyat bukan kemakmuran pemerintah, karna kalian tau sendiri apapun bisa diperbuat oleh pemerintah ,tpiiii rakyat tidak bisa merubah semuanya
hanya kalian yang bisa merubahnya
kembangkan terus semangat kalian
aku sendiri disini sedang juga memikirkan bagaimana mengatasi kekeringan yang adad didaerah wonogiri bila musim kemarau tiba ,,,,,hanya ada satu cara yaitu pengembangan desilator merubah air asin kita jadikan air tawar dan kita pompakan ke gunung…….. bila ada komentar tolong balik hub saya di no hp 0815 111 86018 atau di e-mail aku
aku juga ingin bagaimana cara membuat solar cell
Komentar dari freak
Waktu: 18 April 2008, 1:59 pm
Komentar dari ubnu fajar karimmulloh
Waktu: 20 April 2008, 12:52 am
kalau bisa kita perlu data untuk mengamplikasikan, membuatnya, dan biaya yang diperlukan untuk pembuatannya????
Komentar dari Toni
Waktu: 23 April 2008, 9:40 pm
Siapa Bilang Tenaga Listrik dari Bahan Batu bara tidak Ramah Lingkungan……?Justru semuanya yang menghasil kan asap Jelas tidak ramah lingkungan tapi saya pikir bukan hanya Batu bara sajao loh….., Bensin, Solar…..dsb. Tks
Komentar dari agoeng
Waktu: 2 Mei 2008, 7:35 pm
aq suka kali dengan artikel-artikel ini,sangat ilmiah….TAPI AQ LAGI BUTUH INFORMASI TENTANG….CARA MERUBAH PANAS MENJADI MEDAN LISTRIK..BESERTA ALAT SERTA KOMPONEN2 PENUNJANGNYA…bagi yg mengetahui …TOLOOOOONG BANGEEETTTT…kirimkan infonya ke emailku….diskusi_fisika@yahoo.com….makasih banget deh sebelumnya…

Komentar dari hasril amri lubis
Waktu: 7 Mei 2008, 9:42 am
Tanxs a lot ya……
Komentar dari zarah
Waktu: 8 Mei 2008, 2:57 pm
Komentar dari Yulian
Waktu: 14 Mei 2008, 5:37 pm
Artikelnya bagus banget.mas tau gak kenapa matahari terbit semakin hari semakin mengarah ke belahan bumi bagian utara dan waktunya seamakin siang
Komentar dari febhy_nophia
Waktu: 14 Mei 2008, 5:50 pm
interesting buanget
Komentar dari tio
Waktu: 17 Mei 2008, 8:40 pm
wow
hebat sekali temuan yang Bapak - bapak buat.
Dapat saya meminta modul pembuatannya ??
Mohon dikirim ke email saya.
Terima Kasih sebelumnya
Komentar dari adhie
Waktu: 22 Mei 2008, 2:09 pm
heabat sekali …..saya jadi tertarik pingin buat sendiri untuk menghasilkan listrik dg tenaga matahari.
Bahan-bahan yg diperlukan apa saja? serta biayanya berapa? kalau bisa sih menggunakan bahan2 dg biaya yang terjangkau dan mudah dicari oleh masyarakat banyak.Ditunggu Yach Informasinya..
Tanks
Komentar dari riefqi
Waktu: 23 Mei 2008, 6:44 pm
bugus bangetz
Komentar dari budi ganteng
Waktu: 30 Mei 2008, 2:06 pm
kapan lagi dot com kita bisa bangkit ya??????
Komentar dari Gatot Eko Hendarso
Waktu: 19 Juni 2008, 8:19 am
heabat sekali …..saya jadi tertarik pingin buat sendiri untuk menghasilkan listrik dg tenaga matahari.
Bahan-bahan yg diperlukan apa saja? serta biayanya berapa? kalau bisa sih menggunakan bahan2 dg biaya yang terjangkau dan mudah dicari oleh masyarakat banyak.Ditunggu Yach Informasinya..
Tanks
Komentar dari Maheso Jenar
Waktu: 23 Juni 2008, 11:42 am
makasih bro artikelnya, sekarang saya cari perhitungan berapa kenaikan temperature yg di hasilkan sinar matahari per luas penampang.
klo ada sih makasih banyak
Komentar dari yusia arda
Waktu: 30 Juni 2008, 7:51 pm
bagus banget, tapi ak ada yang gak jelas, pakai alat apa untuk menyimpan tenaga surya itu? ak pernah lihat di metro orang di jerman pakek tenaga surya untuk listrik rumah alatnya tuh pakek apa aja ya??? apa mahal tapi saya liat pakek sejenis aki juga untuk menyimpan tenaga surya, emang bisa ???? kasih penjelasan ya juga prinsipnya jg , muakasih buanget.

Komentar dari joe
Waktu: 5 Juli 2008, 2:56 am
salut banget And angkat dua jempol deh buat energi tenaga surya …..saya jadi tertarik pingin buat sendiri untuk menghasilkan listrik buat dirumaha saya dg tenaga matahari.
Bahan-bahan yg diperlukan apa saja dan gambarnya ? serta biayanya berapa? kalau bisa sih menggunakan bahan2 dg biaya yang terjangkau dan mudah dicari oleh masyarakat banyak.Ditunggu Yach Informasinya..
Tanks
Komentar dari Baron
Waktu: 6 Juli 2008, 1:05 am
Hanya ada satu kata “BISA”
Komentar dari ina
Waktu: 15 Juli 2008, 8:48 am
ibu2 spt saya tertarik banget nih….
…..tolong info kompor matahari kalo ada yang lebih mudah yaa… cara buatnya jg tolong ya…please…kirimi saya infonya
Komentar dari rusdy
Waktu: 15 Juli 2008, 9:51 am
Komentar dari kus
Waktu: 15 Juli 2008, 12:31 pm
apakah bisa dibuat dalam bentuk yg lebih ekonomis dan efisien? karena sekarang BBM naik, jadi masyarakat menengah ke bawah perlu alternatif untuk penggantinya.
Komentar dari daniel
Waktu: 18 Juli 2008, 11:29 am
kayaknya cocoknya di afrika ya…….
Tulis komentar