Menu utama:


KAMASE English Version
  • Polling

    • Menurut anda apa peran nyata Indonesia untuk mengerem kenyataan Pemanasan Global?

      Lihat Hasil

      Loading ... Loading ...
  • Online Guests

  • Most Users Ever Online Is 18 On 20th December 2007, 14:47

    Users: 1 Guest
    Users Browsing This Page: 1 (0 Members, 1 Guest and 0 Bots)

    Komentar Baru

    Search Engine Optimization

    Pesan Sponsor

  • Kategori Artikel

    Artikel Populer

    Arsip Artikel

    HYDROGEN-FC

    1. My International Project
    2. My Working at PT. SIER
    3. Plastic Waste Cleaning in Untung Jawa Island
    4. Reach to Hydrogen Era
    5. Similarity of Hydrogen and Electric Power

    File Download

    Meta

    Dampak Negatif Penggunaan Energi Fosil dari Sektor Transportasi dan Industri

    sumber_cemar.jpgJumlah penduduk dunia terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peningkatan kebutuhan energi pun tak dapat dielakkan. Dewasa ini, hampir semua kebutuhan energi manusia diperoleh dari konversi sumber energi fosil, misalnya pembangkitan listrik dan alat transportasi yang menggunakan energi fosil sebagai sumber energinya. Secara langsung atau tidak langsung hal ini mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan makhluk hidup karena sisa pembakaran energi fosil ini menghasilkan zat-zat pencemar yang berbahaya.

    Pencemaran udara terutama di kota-kota besar telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada sarana transportasi dan industri yang umumnya terpusat di kota-kota besar, disamping kegiatan rumah tangga dan kebakaran hutan. Hasil penelitian dibeberapa kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya) menunjukan bahwa kendaraan bermotor merupakan sumber utama pencemaran udara. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992).

    lingkungan.jpg

    Secara umum, kegiatan eksploitasi dan pemakaian sumber energi dari alam untuk memenuhi kebutuhan manusia akan selalu menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (misalnya udara dan iklim, air dan tanah). Berikut ini disajikan beberapa dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap manusia dan lingkungan:

    Dampak Terhadap Udara dan Iklim

    Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).

    Emisi NOx (Nitrogen oksida) adalah pelepasan gas NOx ke udara. Di udara, setengah dari konsentrasi NOx berasal dari kegiatan manusia (misalnya pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik dan transportasi), dan sisanya berasal dari proses alami (misalnya kegiatan mikroorganisme yang mengurai zat organik). Di udara, sebagian NOx tersebut berubah menjadi asam nitrat (HNO3) yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam.

    Emisi SO2 (Sulfur dioksida) adalah pelepasan gas SO2 ke udara yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan peleburan logam. Seperti kadar NOx di udara, setengah dari konsentrasi SO2 juga berasal dari kegiatan manusia. Gas SO2 yang teremisi ke udara dapat membentuk asam sulfat (H2SO4) yang menyebabkan terjadinya hujan asam.

    hujan_asam.jpgEmisi gas NOx dan SO2 ke udara dapat bereaksi dengan uap air di awan dan membentuk asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) yang merupakan asam kuat. Jika dari awan tersebut turun hujan, air hujan tersebut bersifat asam (pH-nya lebih kecil dari 5,6 yang merupakan pH “hujan normal”), yang dikenal sebagai “hujan asam”. Hujan asam menyebabkan tanah dan perairan (danau dan sungai) menjadi asam. Untuk pertanian dan hutan, dengan asamnya tanah akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman produksi. Untuk perairan, hujan asam akan menyebabkan terganggunya makhluk hidup di dalamnya. Selain itu hujan asam secara langsung menyebabkan rusaknya bangunan (karat, lapuk).

    Smog merupakan pencemaran udara yang disebabkan oleh tingginya kadar gas NOx, SO2, O3 di udara yang dilepaskan, antara lain oleh kendaraan bermotor, dan kegiatan industri. Smog dapat menimbulkan batuk-batuk dan tentunya dapat menghalangi jangkauan mata dalam memandang.

    asap_colt.jpgEmisi CO2 adalah pemancaran atau pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke udara. Emisi CO2 tersebut menyebabkan kadar gas rumah kaca di atmosfer meningkat, sehingga terjadi peningkatan efek rumah kaca dan pemanasan global. CO2 tersebut menyerap sinar matahari (radiasi inframerah) yang dipantulkan oleh bumi sehingga suhu atmosfer menjadi naik. Hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

    Emisi CH4 (metana) adalah pelepasan gas CH4 ke udara yang berasal, antara lain, dari gas bumi yang tidak dibakar, karena unsur utama dari gas bumi adalah gas metana. Metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang menyebabkan pemasanan global.

    Batu bara selain menghasilkan pencemaran (SO2) yang paling tinggi, juga menghasilkan karbon dioksida terbanyak per satuan energi. Membakar 1 ton batu bara menghasilkan sekitar 2,5 ton karbon dioksida. Untuk mendapatkan jumlah energi yang sama, jumlah karbon dioksida yang dilepas oleh minyak akan mencapai 2 ton sedangkan dari gas bumi hanya 1,5 ton

    Dampak Terhadap Perairan

    cemar_air.jpgEksploitasi minyak bumi, khususnya cara penampungan dan pengangkutan minyak bumi yang tidak layak, misalnya: bocornya tangker minyak atau kecelakaan lain akan mengakibatkan tumpahnya minyak (ke laut, sungai atau air tanah) dapat menyebabkan pencemaran perairan. Pada dasarnya pencemaran tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

    Dampak Terhadap Tanah

    Dampak penggunaan energi terhadap tanah dapat diketahui, misalnya dari pertambangan batu bara. Masalah yang berkaitan dengan lapisan tanah muncul terutama dalam pertambangan terbuka (Open Pit Mining). Pertambangan ini memerlukan lahan yang sangat luas. Perlu diketahui bahwa lapisan batu bara terdapat di tanah yang subur, sehingga bila tanah tersebut digunakan untuk pertambangan batu bara maka lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan untuk pertanian atau hutan selama waktu tertentu.

    Referensi

    • Sukatma Maja Messmer, 1999, Energi, PPPGT / VEDC, Malang.
    • World Bank. Indonesia Environment and Development, a World Bank Country Study. Washington, D.C. 1994
    Solusi bisnis ENERGI dari KAMASE CARE

    Komentar

    Komentar dari atep
    Waktu: 10 Februari 2008, 7:47 am

    tolong bahaya asam nitrat terhadap kulit itu apa saja

    Komentar dari bonar
    Waktu: 11 Februari 2008, 9:38 am

    kiranya ditambahi artikelnya mengenai penipisan lapisan ozon.thank atas beritanya.

    Komentar dari d4ni
    Waktu: 6 Maret 2008, 10:08 pm

    artikel nya keren, n nolong banget

    Komentar dari Steven Nugraha
    Waktu: 13 Maret 2008, 9:05 pm

    Mustinya ada dampak transportasi sehingga para anak2 sekolah dapat mempelajari lebih banyak lagi :smile:

    Komentar dari Steven Nugraha
    Waktu: 13 Maret 2008, 9:07 pm

    Sebaiknya di google di sediakan tentang dampak transportasi agar para anak2 sekolah daat mengetahuinya ebih banyak lagi dan juga sekalian untuk menambah ilmu2 para anak2. Karena mereka masih dalam proses berkembang. Jika makin banyak informasi yang di dapat oleh anak2 maka mereka akan mendapatkan informasi yang lebih luas lagi :wink:

    Komentar dari ade kurnia
    Waktu: 10 April 2008, 3:18 pm

    kan banyak tuh anak@ SMA yang pake kendaraan pribadi ke sekolah

    Nah karena kita pelajar harusnya ada pelopor yang ngajak untuk mencegah pencemaran

    kan lumayan banyak anak2 SMA yang pake kendaraan pribada dan pastinya banyak juga polusi yang di hasilkan

    Ok.., :wink:

    Komentar dari miiiii:lol:
    Waktu: 13 April 2008, 9:42 pm

    :lol:

    Komentar dari icha
    Waktu: 22 April 2008, 2:48 pm

    dampak positifnya apa??????????????
    :?:

    Komentar dari vienahbowo
    Waktu: 28 April 2008, 6:06 pm

    jangan ngerusak bumi aku!!!!!!!!1

    Komentar dari Nico
    Waktu: 11 Mei 2008, 8:40 pm

    jangan hanya cuma ngomong dan beri komentar, mari kita sama2 menanggulanginya agar bumi kita ini masih tetap terjaga dan alam tidak marah lagi dengan kita sebagai umat manusia. karena alam juga butuh tempat untuk mereka hidup…

    Komentar dari guntur
    Waktu: 23 Mei 2008, 3:50 pm

    klo mo tau gimana sih ngatasinya spy ga lagi da hal yang kaya gini :evil:

    Komentar dari sammy
    Waktu: 28 Mei 2008, 9:53 am

    :twisted:
    save our earth!!!!!!!!!!

    Komentar dari novri
    Waktu: 29 Mei 2008, 5:57 pm

    kasih tao lebih lagi dong!!! :cool:

    Komentar dari imut
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:08 am

    Q_renz

    Komentar dari imut
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:10 am

    eh ngoment lagi ahhhhh
    q_renz bgt bro!!! :cool: :evil: :grin: :idea: :oops: :razz: :roll: :wink: :lol:

    Komentar dari imut
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:12 am

    jelek :sad: :twisted:

    Komentar dari imut
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:15 am

    :cry:

    Komentar dari jo
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:16 am

    :twisted:
    apaan tuh!!!
    ngeri tau…

    Komentar dari kristie
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:28 am

    Iiiihhhh serem…gimana tuh lw zaman anak kita ntar???
    :roll: apa jadinya dunia? :shock:

    Komentar dari imut
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:31 am

    idih…
    aku jadi malu :oops:

    Komentar dari imut
    Waktu: 31 Mei 2008, 11:31 am

    :mrgreen:

    Komentar dari kodok
    Waktu: 31 Mei 2008, 8:53 pm

    :oops: :razz: :roll: :sad: :mad: :lol: :eek: :cry: :wink: :roll: :razz: :oops: :idea: :grin: :evil: :???: :smile: :shock: :twisted: :neutral:

    kenapa sih bensin harus naek kaga ada kerjaan aja

    Tulis komentar