Menu utama:


KAMASE English Version
  • Polling

    • Yakinkah Anda energi terbarukan akan berkembang pesat di Indonesia?

      Lihat Hasil

      Loading ... Loading ...
  • Online Guests

  • Most Users Ever Online Is 56 On 2nd December 2008, 18:02

    Users: 1 Guest
    Users Browsing This Page: 1 (0 Members, 1 Guest and 0 Bots)

    Komentar Baru

    Search Engine Optimization

    Pesan Sponsor

  • Kategori Artikel

    Artikel Populer

    Arsip Artikel

    HYDROGEN-FC

    1. Automation Division at PT. SIER
    2. Excellent HMI of Wonderware Intouch 10 and Archestra Patch 03
    3. Maglev - Gigantic Wind Turbine
    4. Plastic Waste Cleaning in Untung Jawa Island
    5. Similarity of Hydrogen and Electric Power

    File Download

    Meta

    Site Visit Profesional Tim KAMASE untuk Proyek Mondialogo

    kamase_wpc.jpgSebagai tindak lanjut dari kemenangan Tim KAMASE, UGM bersama Curtin University of Technology dalam perlombaan tingkat internasional - Mondialogo Engineering Award 2007, maka Tim KAMASE saat ini sedang melakukan site visit profesional guna menentukan titik sumber mata air di Kecamatan Panggang yang memenuhi kelayakan teknis untuk diangkat dengan menggunakan teknologi hybrid power system. Dalam site visit tersebut, Tim KAMASE bekerja sama dengan WaterPlant Community, Jurusan Teknik Sipil, UGM yang sudah berhasil mengangkat sumber mata air di Gua Plawan, GunungKidul, Yogyakarta. Selain itu, Tim KAMASE akan bekerjasama dengan Hi-Link, UGM dan RCE (Regional Center for Expertise), UGM. Kami tetap akan membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan banyak pihak yang memiliki kepedulian mengenai permasalahan kekeringan di GunungKidul.

    Site visit pertama pada tanggal 2 Februari 2008 dilakukan di Gua Plawan untuk melihat langsung dan mempelajari lebih detail mengenai sistem yang sudah dipasang di Gua Plawan. Tim KAMASE yang melakukan site visit terdiri dari :

    • Dinar (Fistek 2005)
    • Linggar (Fistek 2005)
    • Adnan (Fistek 2005)
    • Andhy (Fistek 2005)
    • Thomas (Fistek 2003)
    • Ahmad (Fistek 2003)
    • Elsa Melfiana (Nuklir 2003)

    pv.jpggenset.jpggua.jpg

    Pengangkatan sumber air di Gua Plawan dapat dilakukan setelah melalui beberapa tahapan yang panjang. Pertama kali informasi terdapatnya sumber mata air besar di Gua Plawan diperoleh dari teman-teman MAPALA UGM yang melakukan petualangan di bukit-bukit GunungKidul. Mereka diberitahu oleh warga setempat. Dari informasi itu, mereka kemudian berdiskusi untuk menjajaki kemungkinan untuk mengangkat sumber mata air tersebut. Kemudian mereka membuat proposal KKN-Tematik yang diajukan ke LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) UGM dan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) kepada DIKTI (Direktorat Pendidikan Tinggi Indonesia). Usaha keras dan berani mereka sungguh membuahkan hasil, yaitu berhasil dilaksanakannya program KKN-Tematik dalam 4 periode yang didanai oleh Departemen Pekerjaan Umum Pusat dan dana awal studi kelayakan dari DIKTI.

    pv_2.jpgSistem pengangkatan sumber mata air di Gua Plawan pada awalnya menggunakan genset. Oleh karena tingginya biaya operasional maka saat ini diganti menggunakan sekitar 10 panel photovoltaic. Sistem Solar Water Pump (SWP) yang digunakan tidak menggunakan baterai, jadi energi listrik yang diperoleh dari photovoltaic langsung digunakan untuk menggerakkan pompa DC, baik di dasar Gua Plawan maupun dari sub-storage. Bisa dikatakan bahwa sistem SWP di Gua Plawan hanya beroperasi pada siang hari.

    storage.jpgAir dari gua dipompa menuju sub-storage pertama kemudian menuju storage utama yang diletakkan pada lokasi paling tinggi dan dekat dengan pemukiman masyarakat setempat. Melalui storage utama inilah, air kemudian akan didistribusikan ke warga dengan menggunakan HU (Hidrant Umum). Jadi warga di sekitar HU yang membutuhkan air dapat langsung mengambil air bersih melalui HU yang tersedia di dekat mereka dengan memberikan kompensasi biaya. Biaya tersebut akan digunakan untuk merawat instalasi dan gaji pengurus harian serta untuk memperbaiki apabila ada kerusakan instalasi.

    Site Visit di Panggang

    Keesokan harinya, pada tanggal 3 Februari 2008 setelah mendapat informasi dari P Lurah Giriharjo dan pejabat kelurahan setempat, maka Tim KAMASE langsung berangkat menuju ke sumber mata air Banyumeneng. Berdasarkan info dari Petugas PU dan Distamben yang sempat meninjau lokasi Banyumeneng, sumber ini adalah yang terbesar di Kecamatan Panggang dan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mencukupi kebutuha air bersih warga di Panggang. Hal ini karena akses jalan ke sumber tidak dapat dilalui truk tangki air dan jauh dari pemukiman penduduk.

    pdam.jpgMenurut warga, air di Banyumeneng sudah diangkat oleh PDAM setempat tetapi pelayanan kurang maksimal, terbukti jam operasi hanya dari jam 09.00 - 15.00 WIB selama Senin s.d Sabtu. Dengan jam operasi seperti itu, air bersih yang dipompa tidak mampu mencukupi seluruh warga di Kelurahan Giriharjo. Berdasarkan survei yang kami lakukan, hanya sedikit saja air yang dipompa oleh PDAM dan sisanya yang cukup besar terbuang.

    banyumeneng1.jpgbanyumeneng2.jpgbanyumeneng3.jpg

    Dari pengalaman Tim KAMASE yang sebelumnya sudah melakukan survei ke sumber mata air di Giriwungu, Girikarto, Girisuko maka sumber mata air di Giriharjo yang bernama Banyumeneng adalah yang terbesar. Adalah kolam tampungan digunakan untuk memudahkan warga sekitar mengambil air bersih untuk minum, mandi, mencuci, dll. Selain itu, Tim KAMASE juga meninjau gua yang menjadi sumber mata air di Banyumeneng. Lokasi gua sangat pelosok dan terjal dan untuk masuk ke dalam gua kami membutuhkan peralatan safety dan penerangan yang memadai. Tim juga melakukan pengukuran ketinggian lokasi dengan GPS serta menggali informasi sosial dan kearifan lokal yang berkaitan dengan sumber mata air Banyumeneng. Kami masih tetap akan mengecek kelayakan sumber air di Banyumeneng pada musim kemarau untuk memastikan kontinuitas debit air, sehingga sistem yang kami bangun tetap dapat beroperasi penuh selama setahun, baik pada musim kemarau maupun musim penghujan.

    Dari hasil site visit ini, Tim KAMASE akan diskusikan dengan Tim Curtin untuk mendesain sistem hybrid power yang akan digunakan mengangkat air di Banyumeneng.

    Solusi bisnis ENERGI dari KAMASE CARE

    Komentar

    Komentar dari Ayu
    Waktu: 19 Februari 2008, 7:52 pm

    HEBAT!!!! Ada cewek yang ikut :lol: Saya salut dengan Mb Elsa :wink:

    Komentar dari Chintoenx
    Waktu: 22 Februari 2008, 10:52 am

    Nice job palz…keep the spirit of Kamase, CUK !!!

    Komentar dari Nur Setianto
    Waktu: 23 Februari 2008, 8:43 am

    sip…sip…sipz…
    Memang Mbak Elsa yang paling caem dari semua team Kamase :lol:

    Ruaaaar biasa…extraordinary…blablabla :roll:
    Selamat bekerja

    salam//…

    Komentar dari ezzy
    Waktu: 26 Februari 2008, 7:23 pm

    ha..haa
    who say ” proyek ” ???

    Komentar dari Robby Adiarta
    Waktu: 27 Februari 2008, 12:55 am

    Assalamu’alaikum

    Wuah, berita site visitnya Gua Plawan….
    Semoga bisa membantu, saya mewakili Waterplant Community siap membantu lho, mengenai data yang diminta Elsa masih aku minta ke pihak PT. Wijaya Karya Intrade. Semangat ya!

    Salam,
    Robby Adiarta

    Komentar dari eko(giricahyo)
    Waktu: 8 November 2008, 4:25 pm

    SALUT untuk “TIM KAMASE” akan keberhasilanya bisa menemukan mata air di GUA PLAWAN dan bisa menyalurkanya ke masyarakat karena saya termasuk salah satu penduduk darisana,tapi saya ingin informasikan kalau saat ini proyek itu berhenti meskipun sudah sempat RUNNING beberapa saat,karena ada sebagian orang yang JAHIL sehingga proyek itupun terhenti sampai sekarang belum bisa RUNNING lagi, kami selaku masyarakat giricahyo sangat berharap banget proyek ini di lanjutkan supaya masyarakat ditempat kami lebih mudah dalam mendapatkan air BERSIH…!!!!

    terimakasih,

    Tulis komentar