Sebuah konsep dan aplikasi baru penggunaan turbin angin di daerah perkotaan/metro adalah dengan mengintegrasikannya pada suatu gedung yang tinggi. Turbin angin maglev jenis VAWT (Vertical Axis Wind Turbine) cocok diaplikasikan pada gedung tinggi di daerah metro sebab mampu bekerja pada kecepatan angin yang rendah dan dapat membangkitkan listrik untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi listrik di gedung tersebut.
Sebuah contoh di Southwark, London telah dibangun 3 buah turbin angin berdiameter 9m yang diintegrasikan pada lantai paling atas gedung dan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi penerangan di dalam gedung tersebut (treehugger.com). Proyek tersebut dikerjakan oleh Brian Dunlop Associates and Gas Dynamics meliputi analisis noise suara, getaran pada gedung, simulasi software aliran angin pada sebuah desain gedung dan simulasi software disuatu daerah perkotaan yang memiliki karakteristik pola aliran tertentu. Data dari Badan Meteorologi tidak memungkinkan untuk digunakan dalam desain awal sebab setiap perkotaan memiliki karakteristik aliran angin dinamik yang spesifik.
Diperlukan sebuah desain aerodinamik suatu bangunan yang memungkinkan untuk mengarahkan angin yang datang supaya menuju ke
bagian gedung yang paling atas sehingga dapat menggerakkan turbin tersebut. Usahakan dalam mendesain tata letak bangunan sudah diperhitungkan arah datang angin (wind rose) rata-rata tahunan dan keadaan gedung/pohon disekitar tempat yang akan dibangun gedung tersebut. Jangan sampai gedung/pohon tersebut menyebabkan efek turbulensi angin, usahakan angin yang datang memiliki pola laminer sehingga ekstraksi energi angin dengan turbin angin bisa maksimal.

Berbeda dengan sebuah kawasan wind farm yang rata-rata memiliki noise suara yang tinggi maka di daerah metro harus menggunakan blade turbin angin yang sedikit mengeluarkan noise suara. Semua itu harus sudah dipertimbangkan dalam desain awal.

Menurut cityofsound.com Denmark telah berhasil mencukupi 20% dari total kebutuhan energi listrik dengan menggunakan energi angin. Itu membuktikan komitmen yang besar dari negara tersebut untuk mencukupi kebutuhan energi dengan menggunakan teknologi energi terbarukan.
Sebuah perusahaan di Denmark bernama Danish Company LM Glasfiber berhasil mengembangkan blade turbin angin yang dioperasikan pada ketinggian 61,5 m, bekerja dengan kecepatan angin 300 km/jam dan tinggi tiang utama 9 m. Terdapat beberapa model blade yang bisa dipilih untuk aplikasi turbin angin skala kecil pada gedung-gedung di perkotaan, misalnya windspire dan helix. Untuk memperindah penampilan turbin angin tersebut bisa dipasang beberapa warna kombinasi led pada blade dan semua itu bisa dikerjakan ketika kebijakan pemerintah metro mendukung pemanfaatan dan edukasi turbin angin pada gedung tinggi di perkotaan.
Ditulis: 1 Mei 2008 pada kategori Angin.
Komentar: 6






Komentar
Komentar dari ahmad fajar
Waktu: 2 Mei 2008, 1:04 pm
artikel yang sangat bagus….mudah2an membuka wacana utk dikembangkan di indonesia juga….khususnya jakarta. kan banyak gedung bertingkat tuh, lumayan buat ngurangin konsumsi energi gedung tersebut.
tapi….butuh dana berapa ya…..hehehehee
Komentar dari ndr
Waktu: 17 Mei 2008, 10:03 am
Saya sangat tertarik untuk mendapatkan energi alternatif daripada penggunaan punya PLN yang sekarang ini..saya pingin menggunakan tenaga angin yang dikombinasikan dengan tenaga baterai backup.dimana saya bisa baca artikel..serta dimana bisa membeli alat yang saya butuhkan agar bisa mewujudkan impian ini
Komentar dari fiko
Waktu: 21 Mei 2008, 7:54 am
dulu ada, sekitar 3-4 tahun lalu, senior2 kita yg ada di Jerman (lg Doktoral dan ada yg post doctoral) pernah menghitung proyeksi kecukupan dana pembangunan energi angin di sepanjang pantai selatan p jawa.
Hasilnya, hanya sekian persen dari jml uang yang dikucurkan pemerintah untuk merestrukturisasi salah satu bank swasta nasional. Tak lebih dari itu. (Saya cari artikel tentang ini tapi blum ketemu)
Nah, kembali ke masalah prioritas kan ….
Selamat berjuang
Komentar dari budi
Waktu: 3 Juni 2008, 12:57 pm
energi alternatif seperti inilah yang harus dikembangkan di indonesia bukan hanya untuk faerah perkotaan tapi juga untuk daerah pegunungan yang terpencil
Komentar dari ady
Waktu: 24 Juni 2008, 11:03 am
artikel yang sangat menarik, bisakah diterangkan lebih detail tentang perencanaan kincir angin dalam skala kecil? agar pengetahuan generasi muda menjadi lebih mantap tentang pemanfaatan energi angin ini…
TERIMA KASIH,,, majulah Indonesia
Komentar dari Heri
Waktu: 8 Juli 2008, 4:54 pm
Mestinya semua lampu penerangan jalan menggunakan teknologi angin. 10 lampu jalan disediakan 1 ruang batery. Sehingga Tiang lampu jalan dapat digunakan untuk charge handphone, Lampu hias, dsb. Yang penting Gratis. Perbanyak yang gratis buat rakyat. PLN juga tidak terbebani dengan Biaya PJU ( saat WBP ). Semoga terealisasi.
Tulis komentar