Menu utama:


KAMASE English Version
  • Polling

    • Yakinkah Anda energi terbarukan akan berkembang pesat di Indonesia?

      Lihat Hasil

      Loading ... Loading ...
  • Online Guests

  • Most Users Ever Online Is 18 On 20th December 2007, 14:47

    Users: 1 Guest
    Users Browsing This Page: 1 (0 Members, 1 Guest and 0 Bots)

    Komentar Baru

    Search Engine Optimization

    Pesan Sponsor

  • Kategori Artikel

    Artikel Populer

    Arsip Artikel

    HYDROGEN-FC

    1. Conventional Hydrogen
    2. Maglev - Gigantic Wind Turbine
    3. My International Project
    4. My Working at PT. SIER
    5. Reach to Hydrogen Era

    File Download

    Meta

    Membuat Kompor Tenaga Matahari

    Matahari adalah sumber energy terbesar dan utama bagi kehidupan kita, kita dapat memanen energy matahari secara cuma-cuma dan dengan teknologi yang sederhana. Indonesia sebagai negara yang terletak tepat dibawah garis katulistiwa mempunyai periode untuk memanen matahari lebih besar baik secara kuantitas maupun kualitasnya dibanding dengan kawasan yang tidak dilintasi oleh garis katulistiwa, oleh karena itu penggunaan energy matahari dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang paling “dekat” untuk bisa kita manfaatkan sebagai sumber energy untuk memasak sehari-hari disaat harga minyak tanah, gas dan kayu yang terus naik.

    Ada berbagai macam jenis kompor matahari yang dapat kita gunakan untuk “memanen” energy matahari, diantaranya;

    • Box cooker, kebanyakan dari kompor matahari jenis ini digunakan oleh sector rumah tangga di India.

      1.jpg

    • Parabolic/concentrator cooker, didesain sebagai konsentrator jenis ini dapat menghasilkan temperature panas yang sangat tinggi seperti api, sehingga sangat bahaya dan membutuhkan perhatian yang ekstra dalam penggunaannya. Biasanya digunakan untuk memasak dalam skala besar, dan pengguna kompor jenis ini kebanyakan di negara China.

      2.jpg

    • Kombinasi antara parabolic cooker dengan box cooker atau sering disebut panel cooker, kompor jenis ini yang paling banyak digunakan karena memiliki berbagai keunggulan, diantaranya adalah temperature yang dihasilkan tidak sepanas kompor parabolic sehingga relative aman, bentuknya yang flat juga aman bagi mata kita (karena biasanya kompor parabolik memantulkan cahaya matahari yang berbahaya bagi mata), mudah diproduksi dengan teknologi sederhana dan biaya yang murah, serta mudah dibawa dan disimpan. Dalam artikel kali ini akan disuguhkan bagaimana membuat kompor tenaga matahari jenis kombinasi ini.

      3.jpg

    Alat dan bahan yang harus disediakan diantaranya:

    1. Karton tebal, ukuran 0,9 x 1,2 meter.
    2. Alumunium foil, ukuran 0,3 x 3 meter.
    3. Lem.
    4. Gunting atau cutter.
    5. Pensil dan penggaris

    Kemudian bentuk kertas karton menjadi pola seperti di bawah ini;

    4.jpg

    Pastikan bahwa pola yang anda bentuk seperti pada gambar diatas, setelah pola terbentuk kemudian lapisi dengan aluminium foil dengan lem yang sudah dipersiapkan, dan jangan lupa buat dua lubang pengaitnya seperti di gambar pola sebagai tempat pengait untuk bagian kolektor sinar matahari. Setelah dipastikan alumunium foil yang disatukan dengan kertas karton telah benar-benar menempel dengan baik kemudian rangkai kompor seperti gambar di bawah ini.

    5.jpg

    Setelah kompor terangkai dengan sempurna langkah selanjutnya adalah mempersiapkan wadah untuk memasak makanan, pastikan panci yang kita jadikan sebagai tempat memasak berwarna hitam, karena warna hitam dapat menyerap panas dengan baik. Kemudian untuk mengoptimalkan panas yang terserap dan menghindari panas terbuang, dalam proses memasak sebaiknya kita gunakan plastik untuk membungkus panci tersebut. Menurut Dr. Steven Jones dari Brigham Young University, agar lebih optimal dalam memasak akan lebih baik jika dibuatkan tatakan untuk panci yang akan kita letakkan di dalam kompor, tatakan dibuat dengan ketinggian 6 cm seperti pada gambar dibawah, dengan maksud untuk mengoptimalkan cahaya matahari yang dipantulkan baik dari atas, samping maupun dari bawah panci.

    6.jpg

    Untuk informasi tentang posisi kompor dalam memasak terhadap posisi matahari dan makanan apa saja yang bisa dimasak dengan kompor tersebut, serta periode untuk memasak akan ditampilkan dalam artikel selanjutnya.

    Salam,

    Muhammad Ery Wijaya

    Source:

    • Harper, G.D.J., 2007, Solar Energy Project for the Evil Genius, New York, The McGraw-Hil.
    • Solar Cooker; How to Make, Use and Enjoy 10th Edition, California, Solar Cooker International.
    Solusi bisnis ENERGI dari KAMASE CARE

    Komentar

    Komentar dari Ir.H.Himawan Zaenudin
    Waktu: 13 Juli 2008, 7:38 pm

    :razz: :razz:
    Cocok dipublikasi lewat PKK biar bisa dinikmati oleh seluruh ibu2 di seantyero Nusantara, tidak hanya berhenti di tulisan saja.kerenzzzz

    Komentar dari Gilang
    Waktu: 19 Agustus 2008, 9:32 pm

    :lol: wah… boleh di cobak nich!!!, panel cookernya !
    buat mama aku yang sering masak enak…hehehehe, terima kasih

    Komentar dari dirman
    Waktu: 31 Agustus 2008, 9:56 am

    Mungkin Ada baiknya jika artikel ini dipublikasisikan juga lewat media lain (Koran Misalnya) atau melalui lembaga terkait yg terjun langsung di masyarakat menpraktekkan, sebab masyakat indonesia internet masih untuk kalangan tertentu, LIPI Kerja apa donk?

    Tulis komentar